Tutorial kali ini akan membahas mengenai pembuatan Cross Section dan Long Section. Akan saya berikan pula sedikit dataset point sebagai contoh untuk membikin kontur. Jadi sebelum membuat Section, sekaligus kita akan mereview tutorial membuat kontur seperti di beberapa posting sebelumnya.
Selamat mengikuti ![]()
1. Copy Paste lah (paste Special -> Text) data berikut ke Microsoft Excel:
1 1000 1000 62 ground
2 1050 1000 67.5 ground
3 1100 1000 66 ground
4 1150 1000 63.5 ground
5 1200 1000 61 ground
6 1250 1000 52 ground
7 1300 1000 53 ground
8 1000 1050 71 ground
9 1050 1050 78 ground
10 1100 1050 77.5 ground
11 1150 1050 67 ground
12 1200 1050 62.5 ground
13 1250 1050 45 ground
14 1300 1050 53 ground
15 1000 1100 71 ground
16 1050 1100 79 ground
17 1100 1100 82 ground
18 1150 1100 73 ground
19 1200 1100 68 ground
20 1250 1100 53 ground
21 1300 1100 54 ground
22 1000 1150 70.5 ground
23 1050 1150 78.8 ground
24 1100 1150 90 ground
25 1150 1150 79.5 ground
26 1200 1150 66.8 ground
27 1250 1150 61 ground
28 1300 1150 57 ground
29 1000 1200 66 ground
30 1050 1200 74.3 ground
31 1100 1200 78 ground
32 1150 1200 74 ground
33 1200 1200 66.6 ground
34 1250 1200 62 ground
35 1300 1200 59 ground
36 1000 1250 65 ground
37 1050 1250 64 ground
38 1100 1250 68 ground
39 1150 1250 67.5 ground
40 1200 1250 65.5 ground
41 1250 1250 62 ground
42 1300 1250 58 ground
Data ini merupakan sekumpulan titik (Points) yang akan kita gunakan sebagai database Contour. Perhatikan susunan kolomnya, titik tersebut didefinisikan dalam susunan P-E-N-Z-D (Point – Easting Coord – Northing Coord – Z (elevation) – Description)
2. Save data tersebut dengan File name : Section dan dalam format text (Save as type: Text (Tab delimited) (*.txt))
3. Close lah file tersebut. Buka Land Desktop anda dan buat file baru. Kita akan segera mengimport data tersebut ke Land Desktop.

Importing Points
4. Klik Menu Points –> Import/Export Points –> Import points
5. Pilih Format : PENZD (space delimited) dan Source File: section.txt, yang telah disimpan sebelumnya. Lalu Ok. Terima semua default lalu klik Ok.
6. Point ada telah terimport. Untuk menampilkan keseluruhan titik yang diimport barusan klik Menu View –> Zoom –> Extents.
7. Untuk mengubah tampilan point anda, Select semua Point tersebut lalu Klik kanan dan pilih Display Properties. Tentukan ukuran text dan ukuran markernya sesuai keinginan anda lalu klik Ok. Maka Point anda mungkin akan terbentuk seperti gambar berikut:

Creating Surface and Contours
Ok sekarang saatnya membuat kontur
8. Klik Menu Terrain –> Terrain Model Explorer untuk membuka window Terrain Model Explorer.
9. Pada Window Terrain Model Explorer klik kanan pada folder Terrain dan pilih Create New Surface.
10. Surface baru anda secara otomatis akan bernama “Surface1”. Klik kanan saja, dan klik Rename lalu ganti namanya menjadi “Section”

11. Expand lah surface Section anda seperti gambar di bawah dan klik kanan pada Point files –> Add Points from AutoCAD Objects –> Points
Pada command Prompt ketik E (Entity) lalu Enter
Lalu select lah semua point yang ada di layar anda kemudian tekan Enter
12. Klik kananlah pada Section surface dan pilih Build. Terima semua defaultnya lalu klik Ok.
13. Close saja Terrain Model Explorer anda.
14. Klik Menu Terrain –> Create Contours. Maka akan terbuka window Create Contours.
Pada bagian Intervals kliklah pada ‘Both Major and Minor’. Pada Minor Interval masukkan ‘1’ dan pada Major Interval masukkan ‘5’
Klik pada Style Manager>> hingga terbuka Contour Style Manager Window.
Pada tab Smoothing Options klik pada Add Vertices dan geser slide antara 0-10 ke nilai ‘8’. Lihat gambar dibawah.

Smoothing Contour
Klik Apply lalu Ok. Lalu Ok lagi.
Pada Command Prompt anda ditanya ‘Erase Old Contours (Yes/No)’ ketik Y lalu Enter
15. Kontur anda sudah jadi. Untuk menampilakn keseluruhannya, masuk ke menu View -> Zoom –> Extens. Dan Untuk membedakan warna kontur Major dan Minor ubah saja properties warna Layernya di Layer Properties Manager.

Creating Alignment
16. Buatlah Polyline, mulai dari kiri atas ke arah kanan bawah, saya menggunakan garis berwarna kuning disini. Kira2 bentuknya seperti dibawah inilah:

17. Kita buat garis ini menjadi Alignment. Caranya? Klik menu Alignment –> Define from Polyline. Kemudian anda diminta untuk select Polyline, maka kliklah garis kuning di layar anda. Tekan Enter, maka akan muncul Define Alignment Window.
18. Ketikkan pada Alignment Name : ‘Align1’. Lalu pada Description ketiklah ‘Long Section’. Lalu klik Ok.
Akan anda temukan pada command prompt: ‘Alignment Data’ yang menunjukkan keterangan mengenai alignment yang barusan saja anda buat. Panjang, Starting Station, Ending Station dll.
Creating Long Section and Cross Section
Langkah terakhir: membuat Section!
19. Klik pada menu Terrain –> Sections –> View Quick Section. Anda kemudian akan diminta untuk select polyline. Pilihlah si garis kuning Alignment anda tadi. Lalu Enter.
20. Beginilah tampilan long section anda.

Quick Section
Masih dalam Quick Section Viewer, anda bisa mengubah tampilan Section anda dengan mengklik menu Section –> View Properties sehingga muncul Quick Section Properties yang menungkinkan anda untuk mengubah Grid Setting, color Setting, dan Surface Color Setting.
21. Jangan dulu di Close, sekarang kita masukkan Section tersebut ke dalam drawing.
Klik menu Utilities –> Import Quick Section. Perhatikan Command Prompt anda, Tekan Enter. Lalu untuk Description for section Ketikkan ‘LongSection’ lalu Enter.
Kliklah di sembarang titik di bagian atas kontur yang kosong sebagai Insertion Point. Kemudian Enter lagi. Lalu Close lah window Quick Section Viewer anda.
Creating Section Grid
22. Maka Section yang tadi telah anda buat sekarang telah terimport ke dalam drawing. Tinggal melengkapi dengan garis2 Gridnya. Masuklah ke menu Terrain –> Sections –> Grid for Section. Tekan Enter.
Lalu klik Long Section anda di bagian text (yang ada tulisannya DATUM ELEV).
Tentukan spasi vertikal (Elevation increment) dan spasi horizontal (Offset increment) gridnya. Pada Elevation Increment ketikkan 5 dan pada Offset Increment ketikkan 20. Lalu tekan Enter.
23. Maka tampilan Long section anda akan lebih informatif dan ciamik dengan grid. Seperti gambar di bawah.

Final Section
24. Demikianlah, dengan menggunakan proses yang sama kita bisa membuat Cross Section (potongan melintang) di sepanjang alignment.
Ok, selamat mencoba.





wao ma kasih banget mas, kebetulan saya lagi cari tutorial ini. thank berat
Long Section dan Cross Section itu sebenarnya aplikasinya untuk apa sih? tekadang bingung juga kalo cuma untuk menentukan tinggi rendah kontur tanah. Tolong penjelasannya
@Natashieka
Long dan Cross section sangat esensial keberadaannya untuk proyek2 infrastruktur seperti jalan raya dan railway. Dalam Plan, diatas original ground (kontur) kita menentukan jalur (Alignment) yang akan dilewati track jalan atau railway. Nah, dengan adanya long section kita bisa tau bagaimana bentuk topografi di sepanjang jalur tersebut. Nampak dari samping dan hanya di jalur tersebut.
Long section tersebut juga kemudian membantu kita menentukan bagaimana nantinya bentuk vertical alignment (naik turunnya track) yang akan dibangun.Vertical Alignment akan berpengaruh pada banyaknya galian dan timbunan.
Kalo anda bergerak di tambang, anda bakal sering menggunakan aplikasi perhitungan volume ketimbang aplikasi pembuatan long dan cross section.
makasi mas telah membantu saya untuk mengetahui program Land dactop.
Saya sudah coba membuat grid koordinat untuk tampak atas, tapi kok ga keluar seperti kita membuat Creating Section Grid. Padahal prosesnya sama saja kan?
(mas ada reprensi tempat kursus Autocad LDD?)
@Natashieka
Beda mas. grid Section itu dibuat di menu Terrain –> Sections –> Grid for section.
sementara untuk grid koordinat itu buatnya pake menu Labels –> Label North/East atau Labels –> Geodetic Labels (jika drawing anda ada pada zona tertentu, datum tertentu dan projection tertentu)
Coba lagi yah..
oke bangetttt
kl semisal alignment nya itu kita kasih elevasi tertentu (sebagai asumsi itu adalah elevasi jalan rencana)
terus kita long,
kok tetep yg muncul cuma survace muka tanahnya saja yah? gambar jalan rencana kita tidak muncul
apa ada cara lain untuk menampilkan suvace muka tanah dengan survace jalan rencana sekaligus?
trims sebelumnya atas tutorial yg mak nyus ini
@satrio
pake multiple surface mas.
surface pertama adalah muka tanah yang anda maksud tadi. Habis tu bikin surface baru untuk alignment. jadi nanti ada dua surface disitu. surface muka tanah dan surface rencana jalan.
1. kalaw sudah, masuk ke menu Terrain –> Multiple Surface On/Off. Turn it on!
2. lalu masuk lagi ke menu Terrain –> Define Multiple Surfaces, pilih kedua surface yang ada tadi.
3. Lalu buatlah cross secion seperti biasa.menu Terrain –> Define section, dan seterusnya.
Silakan dicoba,,
Apakah kita bisa menggunakan hasil track GPS untuk acuan kita melihat Long section?Kalo bisa di ambil dari data GPS bagaimana cara pengambilan data yang tingkat akurasinya tepat
(saya mengunakan GPs Garmin 76csx)
@Natha
keakurasian GPS hanheld biasanya terbatas, untuk Garmin tipe 76csx akurasi hortizontalnya 3-4 m. akurasi vertikalnya bisa 8-15 m. tidak menutup kemungkinan data trackingnya di download seperti biasanya. lalu diimport dalam format PENZD. namun ya itu tadi, akurasinya ngga bisa dijadikan patokan.
kecuali anda menggunakan GPS geodetik single frequency yang teliti. atau GPS yang menggunakan sinyal L1 dan L2 (dual frequency) sekaligus misalnya. dan dengan menggunakan metode pengukuran tertentu misalnya rapid kinematik. (untuk pengukuran yang lebih teliti sistem GPSnya itu biasanya terdiri dari satu unit GPS statik dan satu unit rover).
nah, Jika data trackingnya pake GPS model begini, akurasinya bisa sampe sentimeter-desimeter. Lumayan kalo cuma untuk Preview aja. untuk detilnya, tetep Total Station dan pengukuran terestris jauh lebih teliti.
saya sudah coba buat grid koordinat dari Menu Label, tapi masih belum muncul gimana ya caranya sudah coba cara diatas tapi kok ga kelihantannya gridnya.. Mohon penjelasannya.
@Natha
oh, maksudnya garis grid itu ya,, maap, saya belom nemu utilities untuk itu. gridbiasanya saya buat manual.
Ada yang bisa bantu?
Kalo buat Grid koordinat secara manual gimana? Apa ada potokan khusus untuk buat grid koordinat tersebut?
Tutorial Mantap ! Thanks
Saya sudah coba program kontur diatas tapi ko nilai label (value) elevasinya tidak sesuai dengan elevasi punya database point2 tersebut nilainya jauh lebih tinggi (200 – 300 an) tapi penggunaan Long section menampilkan data elevasi yang benar, saya coba bandingkan dengan program surfer pola gambar kontur sama dan benar. Apa ada salah setting di labelnya, mohon pencerahan. Trimakasih
@Irwan agustian
Mungkin ada data point lain -selain yang saya tampilkan di tutorial diatas- ter-overlay disitu? Coba lagi buat kontur tersebut di file baru, apakah masalahnya masih muncul? soalnya jika masukan datanya sesuai, elevasi ngga akan beda..
Saya sudah coba buat di file baru, benar hasilnya sesuai walaupun sudah banyak sekali test (ini lumayan aneh : konturnya benar mengikuti pola point, nilai elevasinya juga benar, tapi nilai tampilan label tidak benar).
OK, Trimakasih banyak atas jawabannya.
salaam.. sy sdh mylesaikan smua tahapan long n cross section, tp kok ujung2nya kluar warnings ” no vertical existing”. akibatnya crossnya ga muncul, cuma datum n elevasi konturnya aja yang muncul. mohon bantuan dan penjelasannya. thanks sblumnya.
@ MYrandz
coba dicek lagi pas pembuatan terrainnya udah bener terbentuk atau belum. soalnya proses tersebut rentan error kalo kurang teliti..
terima kasih banyak, semoga amal ilmu yg anda berikan dapat diterima olehNya…
Amin
ockay…
thanX 4 all…
Mas Hen, mau tanya : 1) Bagaimana di land desktop untuk membuat tampilan Cross section lengkap dengan elevasi desain pada bahu kanan dan kiri jalan ?
2) Untuk membentuk super elevasi jalan, parameter apa saja yang harus di input? cukupkah dengan memasukan nilai e-value dan direction saja? tetapi knp setelah di setting hasil section (kemiringan) nya tidak sama dengan hsl hitungan manual ya? fungsi tombol rollover, Transition in, transition out untuk apa ya?
Terima kasih banyak sebelumnya..
@ Johar
Saya coba jawab ya,
1. Land Desktop belom punya program untuk automatically membuat cross section lengkap dengan desain bahu jalan. Saya biasanya melakukannya manual. Jadi saya akan punya 2 hal: tipikal Desain Jalan dan cross section. Lalu saya masukkan tipikal desain itu ke cross section per STA satu per satu, sehingga membentuk tampilan cross section yang lengkap desainnya seperti yang anda maksud.
2. ‘Transition in’ dan ‘Transition out’ fungsinya adalah untuk mendefinisikan berapa panjang kurva transisi yang anda inginkan. Disitu masukkan aja misal 100, maka panjang kurva transisi anda akan memiliki panjang 100 meter. Kurva transisi adalah kurva yang dibentuk antara tangent dan kurva utama. Kadang disebut sebagai ‘Spiral’.
Mas Hen, maaf jawaban yang pertama masih membingungkan saya, maksudnya kita membuat 2 typical desain jalan dan typical cross section bagaimana? apakah membuat typical cross itu dengan cara membuat beberapa gambar (template) cross jalan dengan kemiringan2 yang berbeda, lalu kita masukan ke gambar2 cross section sesuai dengan STA.. bukankah elevasinya tetap harus dimasukan secara manual? atau maksudnya mas hen? trims..
Setelah kita belajaaaar mengenai kontur dan long section.. trus saya kebingungan buat kop gambar ( keterangan gambar, nama operator, dll) Bisa bantu mas
@ Natha
humm,, biasanya tiap perusahaan punya template kop gambarnya sendiri2 kan? drafter tu yang biasanya punya. atau gini deh:
1. klik tab ‘Layout’ di halaman drawing anda. Tab tersebut ada di kiri bawah, sebelahan sama tab ‘Model’
2. klik menu Insert –> Block, lalu browse lah ke folder land desktop, cari folder MapPlotting, disitu ada file dwg bernama ‘tblock’. Ambil aja lalu insert ke dalam drawing. (kalo saya foldernya ada di c:/Land desktop 2005/LandTut/MapTutData/MapPlotting.. di Ld anda mungkin berbeda)
3. drawing ‘tblock’ tersebut merupakan sampel kop untuk gambar anda.
4. Lalu buat viewport dengan cara: klik menu View –> Viewport –> Polygonal Viewports
5. Buatlah sebuah kotak, dengan ngikutin bentuk kotak warna biru di drawing anda. setelah selesai tekan enter. Maka drawing yang ada di tab ‘Model’ anda akan ter plot disitu. Tinggal diatur itungan skalanya (kertas vs ukuran gambar) aja.
Selamat mencoba boss ..:)
Mas Hendri Numpang share yah…@ Natha : untuk buat grid koordinat tampak atas saya punya cara sendiri, bisa dicoba: dari Menu Utilities -> Symbol Manager -> Kolom Pallete pilih Detail-> Symbol set pilih Grid Tick.
Maskukan Northing Interval & Easting
Klik Sudut Kiri bawah (batas kop) dan Kanan Atas (batas kop)
Pilih jenis Grid? line atau tick
Setelah jadi Grid, untuk menampilkan koordinat
pada grid pakai perinath DIM Ordinate – ketik “dor” pada command line..klik pada masing-masing ujung garis grid yang ingin ditampilkan.
Mudah-mudah bisa membantu..
Trims.
yess….bisa….makasih…
yesss.. juga
mas, ada link buat download programnya ndak,,
thank untuk semua tutorialnya mas…selanjutnya mohon pencerahan mengenai kasus sebagai berikut : Dalam Perencanaan jalan untuk yg baru akan dibuat biasanya kita mengadakan inventaris pemilik lahan. Di LDD biasanya pakai apa mas?mhon penjelasannya…thank
ajar dulu kontur dengan LD
salam kenal sebelumnya mas hendri. Saya sangat terbantu dengan postingan mas hendri, karena banyak yang dapat saya ambil untuk menunjang pekerjaan saya sebagai surveyor. Saya sudah bisa membuat aligment dan long section tetapi saya bingung ketika memasukan design cross section sehingga volumenya tidak dapat saya hitung. Tolong di bantu. Kalau ada tutorialnya kirimkan ke hery_ipoenk@yahoo.co.id
@ipoenk
Konsep perhitungan Volume di LD sayangnya bukan seperti yang kita bayangkan. Dari cross-cross section kemudian jadi volume. tapi volume disini adalah hasil hitungan selisih antara surface. misal surface timbunan terhadap surface existing. Saya membahas mengenai volume di posting menghitung volume.
Saya sendiri seperti anda, membuat cross section biasa. nah, volumenya saya hitung manual. dengan rumus sederhana berikut :
V total = ∑[((L1+L2)/2)*Length], dimana
L1 = Luas Cross section 1
L2 = Luas Cross section 2
Length = Jarak antara cross section 1 dan 2
pak gimana cara membuat cros sections trims
@aris
Ikuti tutorial ini dari awal sampe akhir.. plis
mksih … byk ats bantuanya.., klu blh nanya sya kan udh lama pake program Ld 2001 tp sy blm bisa smpi skrg bikin coross otomatis …
masih kurang lengkap pak,,,masih bingung,,,sekrang masih bingung mau buat template untuk di cross,,,masih muter muter gak ngerti ribet banget caranya
@dhika
Template untuk cross gimana maksudnya? coba diikutin lagi tutorialnya dari awal. intinya adalah sabar dan terus mencoba.
bisa buat cross section ato long section lengkap dengan gambarnya,,,tapi awalnya emang agak ribet,,,buat template dulu,,,buat centerline dulu,,,pake LD yang companion,,,nanti workspace nya di ganti ke civil design,,,kalo udah nanti ada menu cross section,,,yang gak ada di LD biasa,,,
mas saya mau nanya cross otomatis pakai prgram land development 200! bgmn crny thx… y
Mantap mas, tapi kaya’nya kita harus hijrah ke 3D Civil LDC. nah, pake itu kan bisa sekali jalan. tinggal pindah dari workspace Land desktop ke civil design….
@pither
betul. bisa juga begitu. Semua fungsi LD sudah tercakup semua di C3D.
pak, kenapa hasil import point yg saya lalukan kok tumpang tindih jadi hanya satu titik, mhon penjelsanya, terimakasih.
@seno
Apakah saat point di paste ke excel sesuai gambar? kalo engga, coba dibuat agar seperti itu. Setelah paste di excel, di blok datanya dari atas sampe bawah. lalu pilih menu Data –> Text to column. pilih Delimited, dengan delimitersnya ‘space‘
trims pak atas tutorialnya soalnya materi ini yang saya cari
Mas bahas mengenai autodesk civil dong, biar semuanya bisa belajar lebih dalam mengenai Autocad land dekstop
@Natha
Doakan saya punya waktu luang lebih..
ass…
mas dibantu tuk dapatkan link download software LD..trims
Assalamualikum Wr wb
Mas bisa minta tolong buat nampilin data elevasi pake landdekstop dari gambar cad peta dasar yang sudah ada ..
Mas, tolong ajarkan cara menggabungkan multy surface dan cara pembuatan penampangnya/slace dari multy surface tersebut.
mas Hendry,
saya minta tolong ajarin cara menggambar template dong, thanks ya mas
kren kren krennnnnn…
hmmmm kren bngatzzzzz….
mas bisa bantu saya ga bagaimana caranya membuat Cross section hanya dengan data survey yang diambil dengan theodolit….
tims be for
itu sudah biasa. tp saya pengin gmn caranya supaya elevasinya bukan berupa grid. tp kalo kita klik di tempat garis cros maka scr otomatis elevasi berada di bawah. gmn caranya …?
@moh.muklis
ngga tau mas, mungkin mas lebih mengerti? boleh dong bagi2 ilmunya disini?
Assalamu’alaikum,
Salam kenal mas Hendri,bisa minta tolong nggak ya,kalo saya download sofwarenya bisa?
@Agus
Waalaikumsalam mas agus,
saya balas via email ya
Begini mas Hendri,kebetulan saya dapat Sofware LDnya,terus saya coba import point tapi ga bisa,muncul coment “The default COGO Database format could not be found”,nah ini apa yg harus saya lakukan mas?
gini mas,saya selesai membuat file baru,kemudian saya coba Import Point,nah disini masalahnya setelah saya klik Import point ini muncul coment “the default COGO Database Format could not be found” ini gimana penyelesaiannya mas?dan apakah diTerrainny kosong itu karna belum adanya import point?
saya kebetulan pake Windows 7,Terus LDnya pake R21,apa ini pengaruhnya atau gimana mas,Mohon penjelasannya,..u/ softwarenya nanti saya kabari lagi,..tks sebelumnya..
mas kalo saya mau membuat jalan yang berpotongan bagaimana ya?? pas disimpangnya apa ada data lain yg perlu dimasukkan??
Haloo hen..minta tolong bro..aku kebingungan cari2 costumize jarak miring di profile view (untuk menentukan panjang pipa bro)…di data profile view bisa ga di tampilkan jarak miring tiap STA bro..oiya aku pake civilcad 2011 hen..
makasih coy..
Hallo Mas…Lam Kenal…Mas saya mau tanya gimana cara buat profil (long) biar halus….ngak runcing-runcing…hehehe thanks Mas..
@danang : aq ga pake civilcad je.. jarak miringnya manual aja piye?
@muhammad amien : otomatisnya emang gitu mas. kecuali mas amien pake autodesk civil 3d yang bisa langsung masukin parameter vertical alignment nya.
Mas hendri terima kasih sebelumnya atas ilmunya mengenai ld,yang sy mau tanya bila saya punya kontur tp tidak tiap point konturnya keluar bagaimana caranya agar kontur keluar semua,sy denger pointnya dimanipulasi (ofset) itu caranya gimana ya mas?
terima kasih
@amin
saya masih belum jelas dengan pertanyaannya. bukankah kontur itu adalah berbentuk garis, bukan dalam bentuk point? dan dalam proses apakah kontur yang tidak keluar itu?
jadi gini mas waktu sy buat kontur lalu alignment dengan polyline hasil section putus-putus (dalam quick view),nah gimana tuh biar section nyambung terus, jadi kata temen pointnya diofset kiri dan kanan gt sehingga nantinya kontur bisa terlihat semua dan sectionnya nyambung. Nah saya mau tau gimana cr manipulasi pointnya
@amin
itu berarti ada data kontur yang kosong di area yang terputus di alignment tersebut. Artinya mungkin kontur tidak terbentuk disitu. sekedar offset kontur aja mungkin gak bisa menyelesaikan masalah.
anda harus menambahkan beberapa titik baru di sepanjang alignment yang anda ingin bentuk sectionnya. dikira2 saja elevasinya kalo ga ada data di area yang putus tersebut.
lalu create contour ulang dengan menyertakan titik tambahan tersebut. lalu setelah jadi kontur, ulangi proses sectionnya.
makasih banyak mas Hendri,saya akan ikuti tipsnya
makasih mas..
Mau nanya Mas..gmn caranya mengbrkan cross section,saya hanya menggunakan digital level, setiap STA saya mengambil 5 titik elevasi mis: L2,L1,CL,R1,R2, tolong dibantu ya Mas, Terima Kasih sebelumnya
mas…bagaimana cara masukin nilai elevasi di tiap garis grid horizontalnya,bukan scra manual….krn yang muncul hanya nilai datum…trima kasih…
maz Hendriwibowo, bagaimana caranya membuat cross tapi crosnya dari setiap titik survey, bukan dari kontur yang sudah jadi?
@Nazmy dan Rais
Manual bisa, dengan memasukkan jarak horizontal sebagai X dan kemudian enetukan elevasi vertikalnya sebagai Y. atau boleh juga cari lisp nya.
thankss………………..
gimana cara mensetting tampilan grid cross section yg biasa digunakan di indonesia…
bisa kha applikasi ini digunakan untuk sondir…??
@master drafter
sondir bisa. untuk tampilan cross manual saja.
Tanya Mas , saya terhenti di langkah Terrain –> Sections –> View Quick Section, dimana LD saya tidak ada menu View Quick Section shingga saya tak bisa melihat hasil Long Section nya. Gimana ya mas ?
Thanks, Haryo
@haryo
lho kemana quick sectionnya?
klo gitu coba Terrain -> Sections -> create section..
lalu proses lebih lanjut sesuai perintah di command prompt
Mas Mau Tanya< bagaimana cara export kontur dari global mapper agar pointnya bisa di import di autocad ldd 2009
@budipw
file-> export vector data -> export DXF atau export DWG
nanti filenya berubah ke bentuk cad.
silakan mencoba
terus terang baru kali ini aku dpt methode ini(masih coba),dapatkah kiranya diberikan contoh untuk jalan dari data koordinat GPS “derajat,Menit,detik”(perencanaan awal menggunakan “data GPS 60 map”) hingga terbentuk Long and Cross Section.
@muhammad Rakhmat Nur, Ir
coba pak dikonversi ke UTM saja dari “derajat, menit, detik”nya. lalu point2nya diimport ke LD, buat kontur dari point tadi. kemudian bikin polyline sepanjang track tersebut. lalu bikin cross.
Klo Mw download softwere nya link nya ada gk mas ?
Bagaimana caranya menggedit hasil long section, kemudian kita tampilkan lagi sesuai dengan rencana ??
@rio
long section di LD sifatnya kaku, bila dibandingkan dengan long section yang dibuat di civil 3D. jadi kalaupun diedit, ya cuma akan berbentuk line biasa yang gak akan berpengaruh terhadap bentuk kontur yang anda buat. Proses yang pak rio inginkan, edit long section dan langsung lihat hasilnya, bisa diperoleh menggunakan Civil 3D atau software 12D.
Mas bsa jelasin pke software 12D ngga mas??
bos bisa minta tolong, cara munculkan tabel PI caranya???
salam kenal mas saya putu,
mau nanya gimana cara memanfaatkan Command terrain 3d polylines
untuk menurunkan elevasi ,misalnya elev pinggir sungai mau saya turunkan 5m dengan bantuan Command tsbt
mohon petunjuknya, trimakasih