Tamboli

bhubaneswar hari ini, tengah malam,, lampu neon besar telah dimatikan, tersisalah 5 watt cahaya redup yang siap menghantar ke dunia mimpi. selimut hangat melikupi tubuh.. dan ketika tiba saatnya berucap ayat-ayat Al-Kautsar, dinding tembok setebal 40 cm tiba-tiba.. berubah menjadi papan kayu yg menjadi batas antara kamar tidur gubug reyot yg disebut mess proyek dengan hamparan rimba dan ladang coklat di desa Tamboli di luar!

lampu 5 watt meredup kembali menjadi cahaya dari paparan api kecil yang hidup dari minyak tanah yang tertutup kaca bening. ya, aku kembali ke sana, di tengah dinginnya malam, dengan perut yg kenyang dengan sayur daun pepaya buatan Salam, di bawah bulan purnama yg baru aja kuteropong menggunakan horizon butut bersama Adi dan si Hanapi, dan dalam ringkuk kekawatiran karena mesin beko tiba-tiba hidup dengan sendirinya padahal gak ada seorangpun diluar sana.

di malam purnama itu mess diinapi hanya oleh 5 orang, selain adi subeko, hanapi tukang masak dan salam ada dua orang lagi, mr. site manager pak drajat dan orang asing yang terbuang jauh kepedalaman, aku sendiri. suryadi dan sarmin giliran pulang hari ini, karena mereka sudah beberapa hari jaga malam, maka sudah saatnya mereka ketemu dengan anak istrinya.

si icang, sota dan … pulang juga karena di desa ada pesta kawinan. mereka gak pernah ketinggalan ikut me lulo, hingga pagi tiba. kelak, besok pagi mereka akan membawa bahan makanan untuk bikin kappurung, yang bila dipadu dengan Boa bakar akan jadi menu makan siang yang ruaarr biasa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s