Mempelajari Land Desktop pada dasarnya sama dengan mempelajari software lain. Kita musti banyak dan sering bertegur sapa dengannya. Makin sering ketemu, maka makin cepat pula kita bisa mengenalnya. Namun begitu, tetep bagi yang baru memulai belajar Land Desktop, tentunya perlu memiliki garis-garis besar haluan belajar.
Land Desktop sudah ada sejak tahun 2000an. Saat2 awal saya kuliah. Saat itu namanya Land Development. Namun pertemuan rutin saya selanjutnya dengan LD bukan di kampus. Tapi beberapa waktu setelah lulus. Saat itu saya dipaksa untuk mengenal software pengolah data lapangan yang bisa langsung membuat visualisasi kontur, cross dan long section sekaligus.
Saya dihadapkan dengan Land Desktop.
Beruntung, LD membawa tutorial di dalamnya. Alhasil, dua minggu saya yang intens dengan LD menghasilkan kontur, long dan cross, sesuai permintaan owner.
Sebenernya tulisan ini seharusnya berada di list tulisan2 awal saya ketika nulis di blog ini. berada di tengah2 begini membuat tulisan ini agak tanggung. Namun karena urgen jugasaya pikir gak masalah. Bagi yang baru aja akan mulai belajar, tulisan ini bisa digunain sebage awalannya.
Sebagian besar tahapan2 belajar ini udah saya buat tutorialnya. Masing2 tutorial berdiri sendiri dan gak berhubungan tutorial2 sebelumnya. Jadi rekan sekalian bisa mengakses tutorial manapun yang sesuai kebutuhan tanpa perlu menguasai tutorial yang sebelumnya.
Ok guys, Semoga bermanfaat.
Membuat Project baru
Editing point
Import point
Bekerja dengan Terrain model Explorer
Membuat kontur
Membuat long dan cross section
Menghitung volume
Membuat dan mengedit alignment
Menggambar kurva, spiral dan tangent
Categories: Geodesy & Land Surveying
Rekan sekalian, salahsatu fungsi menarik yang dimiliki oleh Land Dekstop adalah Rubber Sheet. Fungsi ini memungkinkan kita untuk memasukkan raster image berupa citra satelit ataupun foto udara (aerial photograph) ke project anda dalam koordinat sebenarnya. fungsi ini sangat bermanfaat bagi anda yang akan mendigitasi peta raster untuk kemudian dijadikan peta digital. Pengembangan selanjutnya dari fungsi ini adalah membentuk mosaik foto.
Raster image berupa foto berformat Jpeg untuk tutorial ini bisa di download disini. File ini saya unduh dari Google Maps di area Gunung Tambora, Nusa Tenggara, Indonesia. Beberapa keterangan dari file tersebut yang penting untuk dicatat sebelum memulai tutorial:
Koordinat dalam WGS 1984 – UTM (Universal Transverse Mercator)
Pulau Medang –> Easting 543693.23, Northing 9099196.85
Pulau Liang –> Easting 572879.95, Northing 9061575.46
Mount Tambora –> Easting 610095.89, Northing 9087895.25
Ok guys, lets start it.. Keep reading →
Categories: Geodesy & Land Surveying · tutorial bahasa indonesia · tutorial land desktop bahasa indonesia
Tagged: Citra Satelit, Foto Udara, Software Survey, Tutorial Land Desktop
Apa sih fungsi menu Inquiry?
Pada menu pallete Land Desktop dan Land Desktop Complete, kita akan menemukan menu Inquiry. Inquiry yang saya temukan di thesaurus ms word bisa diterjemahkan sebagai keterangan, pengecekan, analisis, survey, dll. Dengan menu inquiry, berikut ini adalah hal2 yang bisa anda lakukan.
1. Mengecek koordinat Easting/Northing.
Klik menu Inquiry –> North/East. lalu klik salah satu point pada drawing.
2. Mengecek koordinat Latitude/Longitude:
Klik menu Inquiry –> Lat/Long. lalu klik salah satu point pada drawing. Keep reading →
Categories: Geodesy & Land Surveying
Tagged: inquiry menu, software land desktop, Tutorial, tutorial bahasa indonesia, tutorial inquiry, tutorial kontur, Tutorial Land Desktop
Drawing anda sudah ada surfacenya. Alignment dan detail plan pun telah dibuat. Sebelum mulai di plot, drawing anda perlu ditambahi dengan garis grid. Yang akan mempermudah pembacaan gambar nantinya. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menampilkan garis Grid.
Catatan: Grid ini hanya akan muncul untuk surface (Terrain) ataw kontur sahaja. Jika pada drawing anda hanya terdapat alignment thok, siteplan thok, namun tidak terdapat surface/terrain/konturnya, niscaya grid ini ngga bisa ditampilkan. :)
Selamat mengikuti. Keep reading →
Categories: Geodesy & Land Surveying
Tagged: Land desktop, Tutorial, tutorial bahasa indonesia, tutorial contour, tutorial grid, tutorial kontur, Tutorial Land Desktop
Sebuah pertanyaan yang jawabannya bisa untuk sebuah posting baru.
Saya rasa sering diantara kita gatel pengen memodifikasi gambar kontur. Gara2 kontur yang dibuat ternyata perlu sedikit disesuaikan agar betul2 serupa dengan kondisi lapangan. Pernah menghadapi hal seperti ini?
Tanya:
From dedik.tri.k on How to Work with Land Desktop – Tutorial Menghitung Volume Site #
Pak Hendri mahon tanya nih? Apakah bisa kita memodifikasi gambar countur yang udah jadi, bagaimana caranya? Mohon penjelasan, tks.
Keep reading →
Categories: Geodesy & Land Surveying
Tutorial kali ini akan membahas mengenai pembuatan Cross Section dan Long Section. Akan saya berikan pula sedikit dataset point sebagai contoh untuk membikin kontur. Jadi sebelum membuat Section, sekaligus kita akan mereview tutorial membuat kontur seperti di beberapa posting sebelumnya.
Selamat mengikuti 
Keep reading →
Categories: Geodesy & Land Surveying
Tagged: Cross section, Geodesy, Long section, Tutorial, Tutorial Land Desktop
Ini dia nih, materi yang lumayan penting. Bakal banyak dipake terutama buat Engineer yang biasa berkutat dengan infrastruktur jalan maupun rel kereta api. Apa itu Kurva?
Secara teknis dan simpel, kurva itu adalah belokan di sebuah jalan yang kita lewatin. Ngga sembarangan kita bikin belokan itu, hitungannya matematikanya mesti masukin Radius, Tangent, Angle of Deflection, Chord Length dan lain-lain untuk bisa memperoleh ukuran yang sesuai dengan situasi real jalan. Teori mengenai kurva ini ngga dibahas disini karena banyak didapati dan bisa dipelajari di buku-buku referensi anda.
Sementara yang akan dibahas disini adalah cara membuat kurva dengan baik dan benar menggunakan Land Desktop. Oho.. selamat mengikuti.
Keep reading →
Categories: Geodesy & Land Surveying
Tagged: Geodesy, Kurva, Land Surveying, Tutorial, Tutorial Land Desktop