Tanah Air Indonesia Dalam Konteks Spasial

Salah satu subjek yang tiga bulan terakhir saya pelajari di Melbourne adalah mengenai infrastruktur data spasial. Sebuah konsep hebat yang terdiri dari policy, network, data, standards dan people dalam sebuah kesatuan. Dengan satu tujuan: decision making based on spatial data.

Australia sendiri sudah lama mengimplementasikan konsep ini. Baik dalam skala regional (ANZLIC), federal (OSP, AGIMO) maupun di lingkup state (land Victoria misalnya). Di akhir masa perkuliahan semester pertama ini, saya sadar bahwa saya terlalu sibuk hanya melihat dan membahas SDI di Australia. Dan lupa mengecek sejauh mana perkembangan dunia spasial di Indonesia. 

Dalam rangka update informasi tentang instansi, saya dikejutkan dengan tampilan baru website BPN RI. Tampilannya segar, interaktif, dan sangat user friendly. Really not bad! Ternyata pula, kejutannya tidak berhenti disitu. Salahsatu link di halaman bawah website BPN adalah link berjudul Geospasial untuk Negeri. Hey, apakah ini yang saya cari: infrastruktur data spasial  Indonesia?

Segera saya klik link Geospasial untuk negeri tersebut.

Image

Link tersebut ternyata membahwa saya ke tanahair.indonesia.go.id. Portal ini didedikasikan oleh Badan Informasi Geospasial untuk menyajikan spasial data Indonesia.

Platform yang digunakan adalah online web mapping ArcGIS. Data-data yang tersedia lumayan banyak dan bisa didownload. Sayangnya penjelajahan singkat di portal tersebut berujung kepada beberapa missing link.

Image

Belum sempat saya menjelaskan satu persatu dalemannya. mungkin lain kali akan saya post di blog ini.

Well done. Awal yang baik, namun nampaknya terlalu dini untuk bisa menyebut tanahair.indonesia.go.id sebagai representasi infrastruktur data spasial nasional. Diperlukan sedikit usaha lagi untuk membangun platform sendiri dan menyediakan dedicated technical team bersama dengan sumber daya manusia dan set peraturan yang menjadi supportnya. Cita2 membangun masyarakat melek spasial sangat memerlukan SDI. Mari kita bangun bersama. Atau memang bukan ini representasi Indonesian National SDI kita?

How To Work with Land Desktop – Tutorial Generate Contour via Global Mapper

Keseluruhan wilayah indonesia, bahkan nyaris seluruh bagian dunia, saat ini sudah memiliki peta SRTM. Peta SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) adalah DEM (Digital elevation Model) hasil penelitian internasional yang bertujuan mendapatkan model elevasi digital pada skala global kecil dari 56 o Lintang Selatan hingga 60 o Lintang Utara untuk menghasilkan database bumi dalam bentuk topografi digital yang memiliki resolusi tinggi yang paling lengkap.

Anda bisa mendownload peta SRTM di alamatnya langsung srtm.csi.cgiar. org pilih SRTM Data Search and Download untuk mendownload data pada area yang anda inginkan. Gratis!

Continue reading

How to Work with Land Desktop – Mengekstraksi Alignment Horizontal

Download Alignment

Di Land Desktop, anda bisa membuat horizontal alignment menggunakan polyline yang divariasikan dengan dengan kurva-kurva tertentu menggunakan menu Line/Curve sesuai kebutuhan dan spek yang diminta.

Kali ini saya akan mengajak anda untuk mengekstrak horizontal alignment yang sudah jadi. Catatan, untuk Civil 3D pekerjaan ini lebih cepat dan otomatis.

Saya memiliki sebuah Alignment berupa polyline yang sudah finishing dalam bentuk drawing. Anda bisa mendownloadnya disini. Alignment ini terdiri dari polyline dan kurva yang sudah saya join. Saya ingin melakukan stakeout alignment ini ke lapangan. Apa yang harus saya lakukan? Betul. Mengekstrak koordinat alignment!

Continue reading

How to Work with Land Desktop – Import Point pada Autocad Map 3D 2011

Mengimport point menggunakan autocad map 3d 2011

Setelah tidak dikembangkan lagi semenjak 2010, fungsi-fungsi Land Desktop kemudian difasilitasi oleh beberapa software lain keluaran autodesk. Civil 3D misalnya, software ini memfasilitasi pengguna Land Desktop yang menggunakannya untuk pekerjaan pembuatan desain jalan raya, penghitungan cut n fill dan beberapa project sejenis yang membutuhkan pembuatan kontur dan analisis terrain.

Berbagai kemudahan juga ternyata bisa diperoleh dari penggunaan Civil 3D. contoh untuk pembuatan desain jalan dengan adanya otomatisasi pembuatan long dan cross section, kurva-kurva, sekaligus setting superelevasi. Pembuatan terrain/surface pun mampu dihandel dengan baik oleh Civil 3D. meski dengan cara yang sedikit agak rumit dibandingkan Land Desktop, Pembuatan Terrain tersebut dari sekumpulan Point dimanagenya dengan baik.

Saya pikir pengguna Land Desktop harus segera beralih ke Civil 3D, karena kedepannya Civil 3Dlah yang akan terus dikembangkan. Dan saya yakin kemudahan demi kemudahan yang memdukung pekerjaan desain akan terus tercipta di masa yang akan datang.

Continue reading

How to Work with Land Desktop – Mendigitasi kontur

Dalam beberapa kasus, kita mendapati telah memiliki gambar kontur dalam format *.dwg (autocad). Lengkap dengan label kontur yang bertampilan 3D. Namun sayangnya saat dicopy ke Autodesk Land Desktop dan diolah, kontur tersebut ngga bisa dibuat Long dan Crossnya. Apa yang terjadi?

Yang terjadi adalah kontur tersebut belum memiliki databasenya sendiri di Land Desktop. Kontur tersebut hanya kontur tanpa data. untuk bisa mengolahnya menjadi kontur sungguhan kita harus membuatnya databasenya terlebih dahulu. bagaimana caranya? Yaitu dengan mendigitasi kontur tersebut.

Continue reading

How to Work with Land Desktop – Garis besar untuk belajar Land Desktop

Mempelajari Land Desktop pada dasarnya sama dengan mempelajari software lain. Kita musti banyak dan sering bertegur sapa dengannya. Makin sering ketemu, maka makin cepat pula kita bisa  mengenalnya. Namun begitu, tetep bagi yang baru memulai belajar Land Desktop, tentunya perlu memiliki garis-garis besar haluan belajar.

Land Desktop sudah ada sejak tahun 2000an. Saat2 awal saya kuliah. Saat itu namanya Land Development. Namun pertemuan rutin saya selanjutnya dengan LD bukan di kampus. Tapi beberapa waktu setelah lulus. Saat itu saya dipaksa untuk mengenal software pengolah data lapangan yang bisa langsung membuat visualisasi kontur, cross dan long section sekaligus.

Saya dihadapkan dengan Land Desktop.

Beruntung, LD membawa tutorial di dalamnya. Alhasil, dua minggu saya yang intens dengan LD menghasilkan kontur, long dan cross, sesuai permintaan owner.

Sebenernya tulisan ini seharusnya berada di list tulisan2 awal saya ketika nulis di blog ini. berada di tengah2 begini membuat tulisan ini agak tanggung. Namun karena urgen jugasaya pikir gak masalah. Bagi yang baru aja akan mulai belajar, tulisan ini bisa digunain sebage awalannya.

Sebagian besar tahapan2 belajar ini udah saya buat tutorialnya. Masing2 tutorial berdiri sendiri dan gak berhubungan tutorial2 sebelumnya. Jadi rekan sekalian bisa mengakses tutorial manapun yang sesuai kebutuhan tanpa perlu menguasai tutorial yang sebelumnya.

Ok guys, ini dia:

1. Membuat Project baru

2. Editing point

3. Import point

4. Bekerja dengan Terrain model Explorer

5. Membuat kontur

6. Membuat long dan cross section

7. Menghitung volume

8. Membuat dan mengedit alignment

9. Menggambar kurva, spiral dan tangent

Selesai. Dengan menguasai kesembilan langkah tersebut, ditambah dengan pengetahuan lapangan dan civil structure tentunya, anda sudah bisa berkarya sebagai seorang highway engineer yang profesional!

How to work with Land Desktop – Bagaimana Memposisikan Citra Satelit atau Foto Udara pada Koordinat Sebenarnya

Rekan sekalian, salah satu fungsi menarik yang dimiliki oleh Land Desktop adalah Rubber Sheet. Fungsi ini memungkinkan kita untuk memasukkan raster image berupa citra satelit ataupun foto udara (aerial photograph) ke project anda dalam koordinat sebenarnya. fungsi ini sangat bermanfaat bagi anda yang akan mendigitasi peta raster untuk kemudian dijadikan peta digital. Pengembangan selanjutnya dari fungsi ini adalah membentuk mosaik foto.

Raster image berupa foto berformat Jpeg untuk tutorial ini bisa di download disini. File ini saya unduh dari Google Maps di area Gunung Tambora, Nusa Tenggara, Indonesia. Beberapa keterangan dari file tersebut yang penting untuk dicatat sebelum memulai tutorial:

Koordinat dalam WGS 1984 – UTM (Universal Transverse Mercator)

Pulau Medang                   –> Easting 543693.23, Northing 9099196.85

Pulau Liang                       –> Easting  572879.95, Northing 9061575.46

Mount Tambora               –> Easting 610095.89, Northing 9087895.25

Ok guys, lets start it.. Continue reading