Standardisasi Kegiatan Informasi Geospasial

 

Pengunaan istilah Informasi Geospasial telah mulai jamak digunakan publik semenjak disahkannya undang-undang nomor 4 tahun 2011 tentang informasi geospasial.

Apaan sih Informasi Geospasial? Definisi dari undang-undangnya nih:

Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Data Geospasial yang selanjutnya disingkat DG adalah data tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi.

Informasi Geospasial (IG) adalah DG yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Singkatnya, Informasi Geospasial itu termasuk tapi tidak terbatas sama peta-peta, atlas, gambar ukur di sertifikat tanah atau google map di smartphone anda.

Continue reading

Quasi-Zenith Satellite System di atas langit Indonesia

Quasi-Zenith Satellite system (QZSS) adalah adalah sistem satelit navigasi lokal yang dikendalikanoleh pemerinah Jepang dalam National Space Development Program. Area yang dicakup oleh sistem satelit ini adalah Asia Timur dan Oceania. Orbit QZSS yange berbentuk ellips asimetris juga terlihat melewati Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara di Timur Indonesia.

qzss

Track Orbit QZSS (Wikipedia)

Space segment (Segmen angkasa) QZSS akan terdiri dari 3 satelit yang terletak di Highly Elliptical Orbit (HEO) antara 32000-40000 km di atas permukaan bumi.Hingga sekarang baru satu satelit yang telah mengorbit, Michibiki. Memiliki orbit berbentuk elliptical, QZSS didesain sedemian rupa sehingga minimal satu satelit dapat terpantau sepanjang waktu dari daratan Jepang. Sementara itu, ground segment QZSS terdiri dari master control station, tracking control station, laser ranging station dan stasiun monitoring yang terletak di Okinawa (Jepang), Bangalore (India), Canberra (Australia), Bangkok (Thailand) dan Hawaii (Amerika Serikat). Tujuan utama QZSS diorbitkan adalah untuk keperluan komunikasi (video, audio dan data) dan keperluan penentuan posisi (Wikipedia, 2015).

Qzss-01-120s2

Orbit elips asimetris QZSS (Wikipedia)

Continue reading

Tanah Air Indonesia Dalam Konteks Spasial

Salah satu subjek yang tiga bulan terakhir saya pelajari di Melbourne adalah mengenai infrastruktur data spasial. Sebuah konsep hebat yang terdiri dari policy, network, data, standards dan people dalam sebuah kesatuan. Dengan satu tujuan: decision making based on spatial data. Australia sendiri sudah lama mengimplementasikan konsep ini. Baik dalam skala regional (ANZLIC), federal (OSP, AGIMO) maupun di lingkup state (land Victoria misalnya).

Di akhir masa perkuliahan semester pertama ini, saya sadar bahwa saya terlalu sibuk hanya melihat dan membahas SDI di Australia. Dan lupa mengecek sejauh mana perkembangan dunia spasial di Indonesia.  Dalam rangka update informasi tentang instansi, saya dikejutkan dengan tampilan baru website BPN RI. Tampilannya segar, interaktif, dan sangat user friendly. Really not bad!

Ternyata pula, kejutannya tidak berhenti disitu. Salahsatu link di halaman bawah website BPN adalah link berjudul Geospasial untuk Negeri. Hey, apakah ini yang saya cari: infrastruktur data spasial  Indonesia? Segera saya klik link Geospasial untuk negeri tersebut. Image

Link tersebut ternyata membahwa saya ke tanahair.indonesia.go.id. Portal ini didedikasikan oleh Badan Informasi Geospasial untuk menyajikan spasial data Indonesia. Platform yang digunakan adalah online web mapping ArcGIS. Data-data yang tersedia lumayan banyak dan bisa didownload. Sayangnya penjelajahan singkat di portal tersebut berujung kepada beberapa missing link.

Image

Belum sempat saya menjelaskan satu persatu dalemannya. mungkin lain kali akan saya post di blog ini. Situs tanahair.indonesia.go.id merupakan awal yang baik sebagai representasi infrastruktur data spasial nasional Indonesia. Diperlukan sedikit usaha lagi untuk membangun platform sendiri dan menyediakan dedicated technical team bersama dengan sumber daya manusia dan set peraturan yang menjadi supportnya. Cita2 membangun masyarakat melek spasial sangat memerlukan SDI. Mari kita bangun bersama.

How To Work with Land Desktop – Tutorial Generate Contour via Global Mapper

Keseluruhan wilayah indonesia, bahkan nyaris seluruh bagian dunia, saat ini sudah memiliki peta SRTM. Peta SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) adalah DEM (Digital elevation Model) hasil penelitian internasional yang bertujuan mendapatkan model elevasi digital pada skala global kecil dari 56 o Lintang Selatan hingga 60 o Lintang Utara untuk menghasilkan database bumi dalam bentuk topografi digital yang memiliki resolusi tinggi yang paling lengkap.

Anda bisa mendownload peta SRTM di alamatnya langsung srtm.csi.cgiar. org pilih SRTM Data Search and Download untuk mendownload data pada area yang anda inginkan. Gratis!

Continue reading

How to Work with Land Desktop – Mengekstraksi Alignment Horizontal

Download Alignment

Di Land Desktop, anda bisa membuat horizontal alignment menggunakan polyline yang divariasikan dengan dengan kurva-kurva tertentu menggunakan menu Line/Curve sesuai kebutuhan dan spek yang diminta.

Kali ini saya akan mengajak anda untuk mengekstrak horizontal alignment yang sudah jadi. Catatan, untuk Civil 3D pekerjaan ini lebih cepat dan otomatis.

Saya memiliki sebuah Alignment berupa polyline yang sudah finishing dalam bentuk drawing. Anda bisa mendownloadnya disini. Alignment ini terdiri dari polyline dan kurva yang sudah saya join. Saya ingin melakukan stakeout alignment ini ke lapangan. Apa yang harus saya lakukan? Betul. Mengekstrak koordinat alignment!

Continue reading

How to Work with Land Desktop – Import Point pada Autocad Map 3D 2011

Mengimport point menggunakan autocad map 3d 2011

Setelah tidak dikembangkan lagi semenjak 2010, fungsi-fungsi Land Desktop kemudian difasilitasi oleh beberapa software lain keluaran autodesk. Civil 3D misalnya, software ini memfasilitasi pengguna Land Desktop yang menggunakannya untuk pekerjaan pembuatan desain jalan raya, penghitungan cut n fill dan beberapa project sejenis yang membutuhkan pembuatan kontur dan analisis terrain.

Berbagai kemudahan juga ternyata bisa diperoleh dari penggunaan Civil 3D. contoh untuk pembuatan desain jalan dengan adanya otomatisasi pembuatan long dan cross section, kurva-kurva, sekaligus setting superelevasi. Pembuatan terrain/surface pun mampu dihandel dengan baik oleh Civil 3D. meski dengan cara yang sedikit agak rumit dibandingkan Land Desktop, Pembuatan Terrain tersebut dari sekumpulan Point dimanagenya dengan baik.

Saya pikir pengguna Land Desktop harus segera beralih ke Civil 3D, karena kedepannya Civil 3Dlah yang akan terus dikembangkan. Dan saya yakin kemudahan demi kemudahan yang memdukung pekerjaan desain akan terus tercipta di masa yang akan datang.

Continue reading

How to Work with Land Desktop – Mendigitasi kontur

Dalam beberapa kasus, kita mendapati telah memiliki gambar kontur dalam format *.dwg (autocad). Lengkap dengan label kontur yang bertampilan 3D. Namun sayangnya saat dicopy ke Autodesk Land Desktop dan diolah, kontur tersebut ngga bisa dibuat Long dan Crossnya. Apa yang terjadi?

Yang terjadi adalah kontur tersebut belum memiliki databasenya sendiri di Land Desktop. Kontur tersebut hanya kontur tanpa data. untuk bisa mengolahnya menjadi kontur sungguhan kita harus membuatnya databasenya terlebih dahulu. bagaimana caranya? Yaitu dengan mendigitasi kontur tersebut.

Continue reading